Berita

Polri Respons Cepat Aduan Call Center 110, Piket Gabungan Bubarkan Keributan Anak Muda di Na’e

×

Polri Respons Cepat Aduan Call Center 110, Piket Gabungan Bubarkan Keributan Anak Muda di Na’e

Share this article

Kota Bima, NTB – Polres Bima Kota Polda NTB kembali menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Call Center Polri 110. Personel Piket Gabungan bergerak menuju lokasi setelah menerima aduan terkait keributan yang meresahkan warga di Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Senin (10/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.54 WITA di Jalan Seroja, RT 04, Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops AKP Masdidin, menjelaskan bahwa laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110 langsung ditindaklanjuti oleh Personel Piket Gabungan Polres Bima Kota.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center 110, personel segera menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Masdidin.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati sekelompok anak muda yang diduga dalam pengaruh minuman keras sedang berkumpul sambil bernyanyi dengan suara keras. Aktivitas tersebut mengganggu ketenangan warga sekitar, terlebih terdapat beberapa warga yang sedang sakit dan membutuhkan suasana yang tenang.

Personel kemudian memberikan imbauan secara humanis kepada para pemuda agar membubarkan diri serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum. Berkat langkah cepat tersebut, situasi di lokasi kembali kondusif tanpa adanya insiden lanjutan.

AKP Masdidin juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan Call Center Polri 110 apabila menemukan atau mengalami gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Layanan 110 hadir sebagai sarana pengaduan cepat bagi masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindak lanjuti demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan nyaman,” tutupnya.

Polres Bima Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan prima melalui respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…