Berita

Personel Piket Jaga Polsek Suela Laksanakan Patroli dan Pengamanan Sore di Rest Area Suela

×

Personel Piket Jaga Polsek Suela Laksanakan Patroli dan Pengamanan Sore di Rest Area Suela

Share this article

Lombok Timur  – Personel piket jaga Polsek Suela melaksanakan kegiatan patroli dan pengamanan rawan sore (strong point) di kawasan Rest Area Suela, Desa Suela, Kecamatan Suela, pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 Wita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dua orang personel piket jaga Polsek Suela dengan sasaran para pengendara kendaraan bermotor serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Patroli dan pengamanan sore ini bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas, khususnya di kawasan Rest Area Suela yang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, kedua personel melakukan pengaturan arus lalu lintas serta membantu para pengendara dan masyarakat yang hendak menyeberangi jalan raya. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mencegah terjadinya kemacetan maupun potensi kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan patroli dan pengamanan sore ini, Polsek Suela berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukumnya.

Kegiatan berlangsung sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus wujud kehadiran personel Polri di tengah-tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung kelancaran aktivitas pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…