Berita

Dukung Ketahanan Pangan Mandiri, Bhabinkamtibmas Desa Dalam Pantau Langsung Pertumbuhan Sayuran Warga

×

Dukung Ketahanan Pangan Mandiri, Bhabinkamtibmas Desa Dalam Pantau Langsung Pertumbuhan Sayuran Warga

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sumbawa terus konsisten menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat di desa binaan. Bhabinkamtibmas Desa Dalam, Polsek Alas, Aipda Amrin Syarif, melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring perkembangan pertumbuhan tanaman hortikultura milik warga, Selasa (11/08/2026) pagi.

Kegiatan pemantauan langsung ke lahan warga ini berlangsung pada pukul 09.30 WITA, bertempat di wilayah Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Aipda Amrin Syarif turun langsung ke lahan pertanian warga Desa Dalam yang dikembangkan di wilayah Desa Baru. Kehadiran aparat kepolisian di tengah petani ini bertujuan untuk memantau perkembangan fisik serta kesuburan tanaman sayuran hortikultura yang dikelola oleh warga, seperti tanaman sawi, tomat, dan cabai.

Selain mengecek pertumbuhan tanaman, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Bhabinkamtibmas untuk bersilaturahmi, berdialog, serta memberikan semangat kepada para petani agar terus tekun mengelola lahan produktif mereka. Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari tingkat keluarga dan pedesaan.

“Kehadiran kami di lahan pertanian warga hari ini adalah untuk memantau langsung pertumbuhan tanaman sayuran jenis sawi, tomat, dan cabai milik warga Desa Dalam. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan aktif Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sekaligus memotivasi masyarakat agar optimal memanfaatkan lahan yang ada untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Aipda Amrin Syarif di sela-sela kegiatannya.

Pendekatan humanis dan penuh keakraban yang ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas disambut dengan antusiasme yang sangat baik oleh para petani setempat. Warga merasa termotivasi dan mendapat perhatian khusus dalam mengembangkan usaha pertanian hortikultura mereka.

Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan rutin ini, terjalin sinergi yang semakin kuat antara masyarakat dan institusi Kepolisian. Warga bersama Polri sepakat untuk terus berkomitmen mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Alas. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…