Berita

Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Satlantas Polres Bima Kota Pasang Spanduk Edukasi di Titik Rawan Kecelakaan

×

Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Satlantas Polres Bima Kota Pasang Spanduk Edukasi di Titik Rawan Kecelakaan

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Bima Kota bersama Dinas Perhubungan Kota Bima dan Jasa Raharja Bima memasang sejumlah spanduk edukasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Pemasangan spanduk dilakukan di Perempatan Lampu Merah Gunung Dua, depan Polsek Rasana’e Barat, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, serta kawasan Pelabuhan Penyeberangan Laut Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan mitra terkait dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Spanduk yang dipasang berisi pesan keselamatan seperti ‘Jangan Lawan Arah’, ‘Gunakan Helm SNI’ dan ‘Stop Overload Truk’. Imbauan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” jelasnya.

Kasat Lantas menambahkan, penggunaan helm SNI bagi pengendara sepeda motor merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi diri apabila terjadi kecelakaan. Masyarakat juga diminta tidak melawan arus lalu lintas karena tindakan tersebut berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, bagi kendaraan angkutan barang, para pengemudi maupun pemilik kendaraan diimbau untuk tidak membawa muatan secara berlebihan atau overload, karena dapat memengaruhi kestabilan kendaraan, memperpanjang jarak pengereman dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Pemasangan spanduk edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu dan aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak melawan arus serta menghindari segala bentuk perilaku berkendara yang dapat membahayakan,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Bima Kota berharap pesan-pesan keselamatan dapat terus mengingatkan masyarakat setiap kali melintas di lokasi yang telah dipasangi spanduk.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan serta terwujud Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, lancar dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…