Berita

Polres Lombok Utara Tangkap Pelaku Bobol Toko, Dua Ponsel Hasil Curian Disita

×

Polres Lombok Utara Tangkap Pelaku Bobol Toko, Dua Ponsel Hasil Curian Disita

Share this article

 

Lombok Utara — Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara menangkap seorang pria berinisial KR yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau pembobolan toko di wilayah Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui Kasat Reskrim IPTU I Komang Wilandra mengatakan, pelaku berhasil diamankan Tim Puma Polres Lombok Utara di wilayah Kota Mataram pada Rabu (9/9/2026), setelah sebelumnya polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan kasus.

“Pelaku berhasil diamankan setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaannya di wilayah pertokoan Ampenan. Dalam proses pengamanan, kami berkoordinasi dengan Tim Puma Polda NTB dan Tim Puma Polres Mataram,” kata Wilandra, Kamis, ( 10/9 ).

Kasus tersebut berawal dari dugaan pencurian yang terjadi di Toko CV Lancar Jaya, Dusun Karang Montong Lauk, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, pada Selasa (7/7/2026) malam.

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, peristiwa itu baru diketahui pada Rabu (8/7/2026) pagi ketika karyawan tiba di lokasi dan melakukan pengecekan.
Dari hasil pemeriksaan, sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya uang tunai senilai Rp11,5 juta, delapan slop rokok dari berbagai merek, serta dua unit telepon genggam merek Redmi 12C.

Akibat kejadian tersebut, pemilik Toko CV Lancar Jaya mengalami kerugian sekitar Rp18.937.000 dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Wilandra menjelaskan, pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Agustus 2026, Tim Puma Polres Lombok Utara lebih dahulu mengamankan pihak yang diduga menerima barang hasil kejahatan beserta salah satu telepon genggam yang berkaitan dengan perkara pencurian tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan terhadap barang bukti yang ditemukan, tim kemudian memperoleh informasi yang mengarah kepada keberadaan pelaku utama,” ujarnya.

Setelah keberadaan pelaku diketahui, Tim Puma Polres Lombok Utara bergerak menuju wilayah Ampenan, Kota Mataram. Pelaku kemudian berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku diduga mengakui keterlibatannya dalam aksi pembobolan Toko CV Lancar Jaya bersama sejumlah orang lainnya yang saat ini masih dalam proses pengembangan dan pendalaman oleh penyidik.

Tidak berhenti pada penangkapan pelaku, polisi juga melakukan pengembangan terhadap keberadaan barang bukti hasil kejahatan. Dari pengembangan tersebut, petugas berhasil menemukan satu unit telepon genggam Redmi 12C yang sebelumnya diduga telah berpindah tangan.

Barang tersebut diketahui telah dijual kepada seorang perempuan dan kemudian kembali berpindah kepada pihak lain. Polisi akhirnya berhasil mengamankan telepon genggam tersebut dari penguasaan terakhir.

Dalam pengungkapan perkara itu, polisi mengamankan dua unit telepon genggam merek Redmi 12C warna Graphite Gray yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap secara menyeluruh jaringan maupun pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara ini. Setiap orang yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Lombok Utara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/151/IX/2026/SPKT/Polres Lombok Utara/Polda Nusa Tenggara Barat, tertanggal 9 September 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…