Berita

Kapolres Sumbawa Barat Hadiri Kegiatan “Ekspo Karya: Mengubah Sampah Jadi Berkah”

×

Kapolres Sumbawa Barat Hadiri Kegiatan “Ekspo Karya: Mengubah Sampah Jadi Berkah”

Share this article

SUMBAWA BARAT — Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri acara “Ekspo Karya: Mengubah Sampah Jadi Berkah” yang diselenggarakan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan strategis yang bertujuan mendorong kepedulian lingkungan dan pengelolaan sampah bernilai ekonomis ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Wakil Bupati Sumbawa Barat, jajaran Sekretaris Daerah (Sekda), serta unsur Forkopimda dan pejabat Pemkab Sumbawa Barat lainnya.
Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Anak Agung Made Subrata, menyampaikan bahwa kehadiran Kapolres Sumbawa Barat dalam agenda tersebut merupakan bentuk sinergi dan dukungan penuh Kepolisian terhadap program-program pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
“Bapak Kapolres hadir langsung untuk memberikan dukungan atas inisiatif pengelolaan lingkungan hidup di Sumbawa Barat. Sinergitas antara Polri, Pemda, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan demi kesejahteraan warga,” ujar Iptu Anak Agung Made Subrata.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diserahkan pula penghargaan dan sertifikat apresiasi kepada para pihak yang berkontribusi aktif dalam program pengolahan sampah dan lingkungan hidup.
Polres Sumbawa Barat berharap momentum kegiatan Ekspo Karya ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…