Berita

Berantas Penyakit Masyarakat, Polsek Madapangga Gerbek Arena Sabung Aya, Gelanggang Judi di Bongkar

×

Berantas Penyakit Masyarakat, Polsek Madapangga Gerbek Arena Sabung Aya, Gelanggang Judi di Bongkar

Share this article

 

 

Merespons keresahan masyarakat
Kepolisian Sektor Madapangga Polres Bima Kabupaten Polda NTB tegas menggerebek serta membubarkan arena judi sabung ayam di wilayah hukumnya.

Seperti pada Kamis 10 September 2026 pukul 10.00. Wita sejumlah personel Polsek Madapangga menggerebek arena judi sabung ayam yang berlokasi di perkebunan, belakang gudang Hasta, Desa Bolo.

Penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya Aksi judi sabung ayam yang dilakukan oleh sekelompok orang di lokasi tersebut.

Dalam kegiatan itu petugas membongkar lapak yang dijadikan sebagai arena judi sabung ayam sementara para terduga pelaku melarikan diri.pun demikian petugas memberikan himbauan dan teguran keras kepada warga sekitar agar tidak lagi melakukan aksi judi sabung ayam maupun lainnya.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam aksi perjudian termasuk sabung ayam.

“Kami tidak akan mentolerir bagi siapapun yang melakukan praktek perjudian dalam bentuk apapun”. Tegasnya.

Kegiatan yang dikendalikan oleh Kapolseknya Ipda Ahmad Zulfikar S.H.,itu berjalan dengan lancar dan aman.

Pasca operasi tersebut Situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Madapangga dilaporkan Kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…