Berita

Sholat Dzuhur Bersama Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Polsek Sanggar Imbau Warga Cegah Potensi Karhutla

×

Sholat Dzuhur Bersama Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Polsek Sanggar Imbau Warga Cegah Potensi Karhutla

Share this article

 

 

 

Kegiatan Sholat Dzuhur bersama dan Sosialisasi Larangan Karhutla merupakan salah satu metode pendekatan humanis (cooling system) yang dilakukan oleh personel Polsek Sanggar Polres Bima Kabupaten Polda NTB untuk mengajak masyarakat menjaga keamanan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.

 

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Bripka Pebriantoro S H. selaku bhabinkamtibmas Desa Boro melaksanakan sholat Dzuhur bersama tokoh agama dan warga binaan. Pada Rabu 9 September 2026 pukul 12.00. Wita.

 

Masjid sebagai sarana sosialisasi karena menjadi ruang berkumpulnya warga dalam suasana kekeluargaan yang positif. Langkah ini sangat efektif, terutama selama musim kemarau saat risiko kebakaran meningkat tajam.

 

Selain itu Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama dengan pihak Kepolisian untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang Kondusif di Desa Boro Khususnya dan Kecamatan Sanggar pada umumnya.

 

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka mengatakan momentum ibadah bersama di masjid, anggota Polri dapat menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam suasana penuh kebaikan.

“pendekatan preemtif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas untuk merangkul masyarakat secara humanis dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)”. Ujarnya.

Melalui kegiatan sambang ini, diharapkan hubungan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat semakin erat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan maupun Karhutla dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sanggar terpantau aman, kondusif dan terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…