Berita

Korban Terseret Gelombang Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban

×

Korban Terseret Gelombang Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban

Share this article

Lombok Timur – Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K.,M.H. membenarkan adanya kegiatan pencarian dan evakuasi korban terseret arus gelombang di Pantai Komala Sari, Dusun Bagek Kembang, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.(5/10/2026)

Pencarian memasuki hari kedua yang dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 Wita hingga selesai. Kegiatan melibatkan personel Kapal Polisi XXI-1004 Marnit Kayangan Ditpolairud Polda NTB, Satpolair Polres Lombok Timur, Polsek Pringgabaya, Basarnas Pos Kayangan, Damkarmat dan relawan, TNI AL, Babinsa Koramil Pringgabaya, serta masyarakat dan keluarga korban.

Korban diketahui bernama Saim Akbar, 14 tahun, seorang pelajar kelas 2 SMP, warga Dusun Toron, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Korban dilaporkan hilang setelah terseret gelombang pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 08.40 Wita.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim gabungan menggunakan dua unit Rubber Boat dengan menyisir sepanjang perairan Pantai Komala Sari dan wilayah sekitarnya.

Setelah dilakukan pencarian secara intensif, sekitar pukul 10.30 Wita, korban berhasil ditemukan di sekitar Pantai Maik Anyir, Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menuju bibir pantai untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Korleko untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Ur Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Timur.

Sekitar pukul 11.40 Wita, jenazah korban diserahkan kepada pihak orang tua dan keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh rangkaian kegiatan pencarian dan evakuasi berlangsung dengan melibatkan sinergi seluruh unsur terkait.

Dirpolairud Polda NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi yang telah terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri bersama seluruh unsur terkait dalam memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat di wilayah perairan NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…