Berita

Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas, Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Gelar Kampanye Keselamatan dan Edukasi Masyarakat

×

Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas, Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Gelar Kampanye Keselamatan dan Edukasi Masyarakat

Share this article

SUMBAWA BARAT – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sumbawa Barat terus berupaya menciptakan situasi Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan rutin harian Unit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) yang digelar pada Rabu (09/09/2026) mulai pukul 08.00 WITA.
Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Iptu Anak Agung Made Subrata menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini menitikberatkan pada tindakan edukatif dan imbauan simpatik kepada para pengguna jalan serta komunitas masyarakat terorganisir.
“Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel Sat Lantas memberikan edukasi kampanye keselamatan dan safety riding, khususnya menyasar komunitas sopir truk, guna menekan angka pelanggaran dan meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas,” ujar Iptu Anak Agung Made Subrata.
Selain edukasi tatap muka, petugas juga membagikan sebanyak 15 lembar brosur imbauan tertib lalu lintas secara langsung kepada pengendara di jalan. Edukasi ini juga diperluas melalui pemanfaatan media digital dengan mengunggah berbagai materi imbauan keselamatan di platform media sosial resmi Polres Sumbawa Barat, di antaranya 8 postingan di Instagram dan 8 postingan di Facebook.
“Langkah preventif dan edukatif ini kami optimalkan baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial, dengan harapan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat demi keselamatan bersama,” tambah Kasi Humas.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sumbawa Barat berjalan aman, tertib, dan lancar. Polisi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara dan menjadikan tertib lalu lintas sebagai budaya sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…