Berita

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Sosialisasikan Bahaya Kenakalan Remaja kepada Pelajar SMPN 5 Langgudu

×

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Sosialisasikan Bahaya Kenakalan Remaja kepada Pelajar SMPN 5 Langgudu

Share this article

Bima, NTB – Dalam upaya mencegah kenakalan remaja di kalangan pelajar, Bhabinkamtibmas Desa Waworada Polsek Langgudu Polres Bima Kota, Brigadir Zulpanani Fikri, melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang kenakalan remaja di SMPN 5 Langgudu, Kabupaten Bima, Sabtu (29/8/2026) pukul 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada generasi muda agar mampu menghindari berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Langgudu Ipda Suhaely menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas memberikan pemahaman kepada para siswa dan siswi mengenai berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya kenakalan remaja serta dampak yang ditimbulkan.

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman kepada para pelajar agar dapat mengenali dan menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat berdampak buruk terhadap masa depan mereka,” jelas Ipda Suhaely.

Selain itu, Brigadir Zulpanani Fikri juga mengimbau para siswa dan siswi untuk menjauhi minuman keras (miras) dan narkoba yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, serta masa depan generasi muda.

Para pelajar juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar maupun kegiatan negatif lainnya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Para pelajar hendaknya fokus belajar, menaati tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua serta mengisi waktu dengan kegiatan yang positif,” imbaunya.

Kepolisian berharap melalui kegiatan sosialisasi secara langsung di lingkungan sekolah tersebut, para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga pergaulan dan mampu menjadi generasi muda yang berprestasi serta terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…