Berita

Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan Bripka Agus Salim Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Dukung Program Ketahanan Pangan

×

Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan Bripka Agus Salim Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Dukung Program Ketahanan Pangan

Share this article

Lombok Timur — Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Bripka Agus Salim, melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus memberikan imbauan kamtibmas serta mengajak masyarakat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Dasan Imba, Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 10.50 Wita.

Kegiatan sambang dan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam mempererat hubungan serta komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program pemerintah yang membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Agus Salim menyambangi sejumlah masyarakat yang sedang berada di pinggir jalan Dusun Dasan Imba. Ia mengajak warga untuk bersama-sama berperan aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.

Bhabinkamtibmas juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas kesadaran, kebersamaan, serta kekompakan dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga didorong untuk terus meningkatkan kegiatan ronda malam sebagai salah satu bentuk kepedulian dan upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor).

Selain menjaga keamanan, Bripka Agus Salim turut mengajak masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif serta meningkatkan kepedulian terhadap sektor pertanian dan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar. Larangan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran yang dapat meluas dan membahayakan lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks. Warga diminta tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Setiap informasi yang diterima hendaknya terlebih dahulu diverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan ataupun gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

Bripka Agus Salim juga mengingatkan warga agar segera menghubungi petugas kepolisian maupun tiga pilar apabila menemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan sekitar. Dengan adanya komunikasi yang cepat, setiap potensi gangguan diharapkan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Melalui kegiatan silaturahmi dan edukasi tersebut, diharapkan hubungan antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat semakin erat. Selain itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas, meningkatkan kegiatan ronda malam, menjaga lingkungan, serta mendukung program ketahanan pangan diharapkan terus meningkat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat menyambut baik kehadiran serta imbauan yang disampaikan Bhabinkamtibmas dan menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung program pemerintah demi terciptanya lingkungan yang aman dan masyarakat yang semakin mandiri.

Saya juga bisa menyesuaikannya menjadi gaya rilis Humas Polres Lombok Timur yang lebih formal dan siap tayang di media online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…