Berita

Kapolsek Rhee Jadi Khatib Sekaligus Gelar Jumat Keliling di Masjid Darussalam

×

Kapolsek Rhee Jadi Khatib Sekaligus Gelar Jumat Keliling di Masjid Darussalam

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Rhee terus mempererat silaturahmi dan kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Kapolsek Rhee, Ipda Mulyawansyah, S.H., bersama personel melaksanakan kegiatan rutin Jumat keliling sekaligus bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di Masjid Darussalam, Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Jumat (28/08/2026) siang.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Rhee IPDA Mulyawansyah, S.H., dalam kegiatan ibadah dan silaturahmi yang dimulai pukul 12.00 WITA.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolsek Rhee Ipda Mulyawansyah, S.H. memimpin jalannya ibadah sekaligus menyampaikan khotbah Jumat di hadapan para jamaah. Selepas pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah, Kapolsek memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk bertatap muka langsung dan menyampaikan sejumlah imbauan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pertama, Kapolsek memperkenalkan diri secara resmi kepada masyarakat Kecamatan Rhee sebagai pimpinan polsek yang baru, serta berharap dapat diterima dengan baik sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat setempat.

Selanjutnya, beliau mengajak para jamaah untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades Rhee, serta mewaspadai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Melalui program Jumat keliling ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk memperkenalkan diri, menyerap aspirasi secara transparan, serta mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan lingkungan demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kecamatan Rhee.” ujar Kapolsek Rhee.

Program Jumat keliling yang diinisiasi oleh Polsek Rhee ini rencananya akan terus dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat dengan menyambangi berbagai masjid di seluruh wilayah Kecamatan Rhee.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan keagamaan ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang harmonis serta memudahkan masyarakat dalam memberikan informasi terkait potensi kerawanan sosial.

Seluruh rangkaian kegiatan Jumat keliling dan Shalat Jumat di Masjid Darussalam Desa Rhee tersebut berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta khidmat hingga selesai. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…