Berita

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Sat Samapta Polres Sumbawa Barat Gelar Latihan Dalmas

×

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Sat Samapta Polres Sumbawa Barat Gelar Latihan Dalmas

Share this article
Sumbawa Barat, NTB – Kesiapan personel menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan personel, Satuan Samapta Polres Sumbawa Barat menggelar latihan Pengendalian Massa (Dalmas) di Lapangan Apel Mapolres Sumbawa Barat, Kamis (27/08/2026).

Sebelum latihan dimulai, seluruh personel terlebih dahulu menerima arahan dari Kasat Samapta Polres Sumbawa Barat AKP Siswoyo, S.H. Dalam arahannya, ia kembali mengingatkan personel mengenai fungsi dan tugas Samapta, khususnya kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan pengendalian massa.

Arahan tersebut menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan latihan, sehingga setiap personel memahami tugas, tanggung jawab, serta cara bertindak dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

Selanjutnya, personel mengikuti latihan Dalmas sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi yang membutuhkan pengendalian massa, termasuk dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan masyarakat.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta AKP Siswoyo, S.H., mengatakan latihan Dalmas merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan dan peningkatan kemampuan personel.

“Ini juga salah satu bentuk pembinaan dari fungsi Samapta guna meningkatkan kemampuan personel sehingga diharapkan akan mendukung pelaksanaan tugas-tugas di lapangan, ” ujar AKP Siswoyo.

Menurutnya, kemampuan personel perlu terus diasah melalui latihan secara berkala agar tetap terpelihara dan siap digunakan ketika menghadapi situasi nyata. Latihan juga menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan anggota sekaligus memperkuat koordinasi dan kekompakan antarpersonel.

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, Polres Sumbawa Barat berkomitmen meningkatkan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga setiap tantangan di lapangan dapat dihadapi dengan kesiapan dan kemampuan yang optimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…