Berita

Bhabinkamtibmas Desa Apitaik Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas dan Tingkatkan Ronda Malam

×

Bhabinkamtibmas Desa Apitaik Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas dan Tingkatkan Ronda Malam

Share this article

Lombok Timur — Bhabinkamtibmas Desa Apitaik, Polsek Pringgabaya, Aipda Hasanudin, melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada warga di Dusun Pernek, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita tersebut menyasar warga setempat, di antaranya Amaq Nurhasanah bersama sejumlah warga lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus mengajak warga berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Hasanudin menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta dan kepedulian seluruh masyarakat.

Bhabinkamtibmas juga mengajak warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan serta menjaga kebersamaan dan kekompakan antarwarga.

Selain memberikan imbauan, Aipda Hasanudin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat atas kesadaran, kebersamaan, serta kekompakan dalam membantu memelihara situasi Kamtibmas di wilayah Desa Apitaik.

Ia juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kegiatan ronda malam atau siskamling sebagai salah satu langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas, khususnya 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).

Dengan adanya kegiatan silaturahmi dan imbauan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Selain itu, kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan diharapkan terus meningkat sehingga tercipta situasi Kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…