Berita

Patroli Dialogis, Sat Samapta Polres Bima Kota Beri Rasa Aman dan Edukasi Bahaya Narkoba

×

Patroli Dialogis, Sat Samapta Polres Bima Kota Beri Rasa Aman dan Edukasi Bahaya Narkoba

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif, Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukum Polres Bima Kota, Kamis (27/8/2026) pukul 16.00 Wita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya berbagai potensi gangguan Kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta Iptu Kamaruddin menjelaskan, patroli dialogis merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas di lingkungan setempat.

“Dalam kegiatan ini, personel menyambangi masyarakat dan menyampaikan imbauan Kamtibmas agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Selain menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Masyarakat diimbau untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta tidak terlibat dalam peredaran maupun penggunaan obat-obatan terlarang.

Personel juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

“Melalui patroli dialogis ini, kami berharap terjalin komunikasi yang baik antara kepolisian dengan masyarakat, sehingga berbagai potensi gangguan Kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.

Kegiatan patroli berlangsung aman dan lancar. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…