Berita

Nekad Edarkan Narkoba Jenis Sabu Pria Asal Kecamatan Plampang ini Diringkus Satreskoba Polres Bima Kabupaten 78,56 BB Disita

×

Nekad Edarkan Narkoba Jenis Sabu Pria Asal Kecamatan Plampang ini Diringkus Satreskoba Polres Bima Kabupaten 78,56 BB Disita

Share this article

 

Kepolisian resor Bima Kabupaten Polda NTB melalui Satresnarkoba berhasil membongkar dan meringkus jaringan pengedar narkoba jenis lintas Kabupaten.

 

Pada Kamis 27 Agustus 2026 sekira pukul 14. 30. Wita Tim Opsnal Satresnarkoba yang dipimpin oleh Kasatnya AKP Dediansyah S.E.,M.H., berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial SA warga Desa Muer Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.

SA disergap di Jalan lintas Sumbawa-Bima tepatnya di Depan salah satu bengkel di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabuoateb Bima dengan BB 34 Klip yang diduga kuat Narkoba jenis Siap Edar dengan Berat Boruto 78,56 gram dan satu unit sepeda motor Kawasaki ninja warna putih.

Yang bersangkutan diamankan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebut adanya transaksi narkoba di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu Kasat Resnarkoba AKP Dediansyah S ,E .,M.H., bersama anggotanya langsung bergerak cepat menuju TKP dan melakukan pengintaian terhadap terduga pelaku.

 

Tidak lama kemudian setelah dirasa cukup dan sesuai dengan informasi awal yang diterima petugas langsung melakukan tindakan hukum dengan menggerebek, menggeledah dan mengamankan terduga pelaku.

Penggeledahan terhadap terduga pelaku tersebut iku disaksikan oleh pemerintah Desa dan warga Desa Sondosia.

Penangkapan terduga pelaku jaringan pengedar narkoba lintas Kabupaten ini dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasatreskoba AKP Dediansyah S.E.,M.H.,

 

Kasat meneruskan, dihadapan petugas SA mengaku bahwa barang haram itu didapatkan dari JB warga Desa Salante Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa untuk dipasarkan di wilayah Kabupaten Bima.

“Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku”. Ujarnya.

AKP Dediansyah SE.MH., menegaskan pihaknya akan terus mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membongkar dan memutus mata rantai jaringan peredaran gelap narkoba diwilayah hukumnya.

“Kami akan mengusut tuntas dan menindak siapapun yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba”. Tegasnya.

Selain itu Kapolres Bima melalui Kasatreskoba juga menghimbau kepada masyarakat agar membantu pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bima.

Ia juga menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi masyarakat yang selama ini selalu memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Saat ini terduga pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Satreskoba Polres Bima Kabupaten untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…