Berita

Melalui Patroli KRYD Polsek Woha Cegah Aksi Kriminalitas dan Edukasi Warga Jaga Kondusifitas Kamtibmas

×

Melalui Patroli KRYD Polsek Woha Cegah Aksi Kriminalitas dan Edukasi Warga Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Share this article

 

 

Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di malam hari, Polsek Woha Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan kegiatan patroli KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan).

Dengan menyisir sejumlah titik keramaian dan lokasi yang dianggap rawan terjadinya berbagai guankamtibmas di wilayah hukumnya pada Kamis 27 Agustus 2026 pukul 21.00.Wita

Patroli malam tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas serta gangguan kamtibmas lainnya, seperti pencurian, perkelahian, dan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan warga.

Dalam pelaksanaannya, petugas Patroli menyampaikan himbauan langsung kepada para pemuda desa agar ikut menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Mereka diminta untuk tidak nongkrong hingga larut malam tanpa tujuan jelas karena dapat memicu gangguan kamtibmas serta menimbulkan keresahan bagi warga lainnya.

 

Kapores Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan bahwa patroli malam KRYD ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam menciptakan suasana aman dan kondusif, sekaligus mencegah munculnya aksi kenakalan remaja atau tindak kriminal.

 

“Kami terus meningkatkan patroli malam, terutama di jam-jam rawan. Kami juga memberikan imbauan kepada pemuda agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengundang potensi gangguan kamtibmas”. Ujarnya

Selain memberikan imbauan, petugas juga melakukan dialogis dengan warga yang masih beraktivitas malam untuk menjalin komunikasi dan kerja sama dalam menjaga lingkungan tetap aman.

 

Patroli malam ini juga menjadi wujud kehadiran polisi di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pemuda dan masyarakat lebih disiplin dalam menjaga ketertiban dan ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang damai.

“Jika semua pihak saling peduli dan bekerja sama, maka keamanan akan tetap terjaga” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…