Berita

Bhabinkamtibmas Desa Kramat Imbau Petani Bawang Merah Sesuaikan Waktu Tanam dengan Kondisi Cuaca

×

Bhabinkamtibmas Desa Kramat Imbau Petani Bawang Merah Sesuaikan Waktu Tanam dengan Kondisi Cuaca

Share this article

Bhabinkamtibmas Desa Kramat Polsek Kilo, AIPTU M. Nursalam, melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan warga binaan di Dusun Pali, Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 10.45 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, AIPTU M. Nursalam menyambangi warga yang berprofesi sebagai petani bawang merah dan sedang mempersiapkan lahan untuk menghadapi musim tanam.

Bhabinkamtibmas mengimbau petani agar menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi cuaca. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi risiko gagal panen serta menjaga hasil pertanian tetap optimal.

Selain memberikan imbauan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan komunikasi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Kapolsek Kilo IPTU Rusnadin, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat sangat penting untuk membangun komunikasi, memberikan edukasi serta mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan warga.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menekankan agar Bhabinkamtibmas terus aktif hadir di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan sambang dan silaturahmi, Polri dapat memberikan pendampingan serta imbauan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk membantu petani dalam menghadapi kondisi cuaca dan musim tanam,” ujarnya.

Kegiatan berjalan aman dan lancar serta mendapat respons positif dari warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…