Berita

Perkuat Iman dan Mental Personel, Polres Bima Kota Rutin Gelar Binrohtal

×

Perkuat Iman dan Mental Personel, Polres Bima Kota Rutin Gelar Binrohtal

Share this article

Kota Bima, NTB – Polres Bima Kota secara rutin melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel yang beragama Islam. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter personel yang humanis dan berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Kegiatan Binrohtal dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 Wita, bertempat di Masjid Jabal Qubis Polres Bima Kota, dengan sasaran seluruh personel Polres Bima Kota yang beragama Islam.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan agenda rutin yang diikuti oleh personel Polres Bima Kota sebagai sarana pembinaan rohani sekaligus memperkuat mental dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pada pukul 08.30 Wita, personel Polres Bima Kota yang beragama Islam mulai memasuki Masjid Jabal Qubis. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Waka Polres Bima Kota Kompol Herman, S.H., bersama para Pejabat Utama (PJU), perwira, personel, serta ASN Polres Bima Kota.

Kegiatan Binrohtal dipandu oleh Aiptu Asnawi, S.H., Ps. Kanit Binmas Satbinmas Polres Bima Kota.

Melalui kegiatan tersebut, personel diharapkan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Selain sebagai sarana pembinaan rohani, kegiatan Binrohtal juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarpersonel sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis serta mendukung pelaksanaan tugas Polri secara profesional dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…