Berita

Edukasi Anti-Bullying dan Pencegahan Pelecehan Sejak Dini, Polwan Polres Sumbawa Gelar “Polwan Go to School” di SDN Kanar

×

Edukasi Anti-Bullying dan Pencegahan Pelecehan Sejak Dini, Polwan Polres Sumbawa Gelar “Polwan Go to School” di SDN Kanar

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa melalui Polisi Wanita (Polwan) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan pembentukan karakter anak. Polwan Polres Sumbawa melaksanakan kegiatan “Polwan Go to School” yang bertempat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kanar, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Rabu (26/08/2026) pagi.

Kegiatan edukatif yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak sekolah serta para siswa-siswi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kasat Polairud Iptu Baiq Shinta Dewi, S.H, menyampaikan bahwa personel Polwan Polres Sumbawa hadir di tengah-tengah para murid untuk memberikan materi dan pemahaman penting terkait pencegahan perundungan (bullying) serta edukasi perlindungan diri dari potensi pelecehan sejak usia dini.

“Penyampaian materi dikemas dengan pendekatan yang komunikatif, ramah anak, dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk saling menghormati antarteman, berani berkata “tidak” pada tindakan kekerasan atau perundungan, serta segera melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun melihat tindakan yang tidak menyenangkan.” ujar Iptu Baiq Shinta.

Suasana kegiatan semakin meriah ketika personel Polwan membuka sesi tanya jawab interaktif dengan para murid SDN Kanar. Anak-anak tampak antusias mengacungkan tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Polwan Polres Sumbawa memberikan hadiah berupa perlengkapan alat tulis kepada siswa-siswi yang aktif menjawab.

“Tidak hanya memberikan edukasi, di penghujung acara kami Polwan Polres Sumbawa juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa alat-alat kebersihan kepada pihak sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para siswa.” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan “Polwan Go to School” di SDN Kanar ditutup pada sesi akhir dengan kegiatan foto bersama antara personel Polwan Polres Sumbawa, Kepala Sekolah, para dewan guru, serta seluruh murid SDN Kanar dalam suasana penuh keakraban. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…