Berita

Bhabinkamtibmas Pantau Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Kemuning

×

Bhabinkamtibmas Pantau Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Kemuning

Share this article

SUMBAWA BARAT – Bhabinkamtibmas Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Bripka Lalu Aris Munandar, melaksanakan monitoring pendaftaran bakal calon Kepala Desa Kemuning, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita di Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang. Monitoring dilakukan untuk memastikan tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Desa Kemuning turut memantau proses pendaftaran yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kemuning.

Adapun tahapan pendaftaran meliputi penyerahan berkas persyaratan, verifikasi berkas, penandatanganan berkas bakal calon kepala desa, serta penyerahan bukti pendaftaran.

Dalam proses pendaftaran tersebut, satu orang bakal calon Kepala Desa Kemuning, yakni H. Syarifuddin, menyerahkan berkas pendaftaran dan telah menjalani proses verifikasi oleh panitia.

Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Anak Agung Made Subrata, menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam setiap tahapan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Bhabinkamtibmas melakukan monitoring untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar IPTU Anak Agung Made Subrata.

Ia menambahkan, sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, panitia pemilihan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas selama seluruh tahapan pemilihan kepala desa berlangsung.

Polres Sumbawa Barat juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan ketertiban dan persatuan selama proses pemilihan Kepala Desa Kemuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…