Berita

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Tambakboyo Polresta Tuban Monitoring Lahan Jagung Warga

×

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Tambakboyo Polresta Tuban Monitoring Lahan Jagung Warga

Share this article

 

TUBAN – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Polsek Tambakboyo Polresta Tuban melaksanakan monitoring langsung ke lahan pertanian jagung milik warga di Desa Dikir Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (24/08/2026) tersebut, Brigpol Agung Tira P. terlihat meninjau pertumbuhan tanaman jagung. Brigpol Agung memeriksa kondisi lahan, pertumbuhan tanaman, serta berdialog dengan petani terkait kendala yang dihadapi di lapangan.

Kapolsek Tambakboyo AKP Agus H, S.H. mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Kapolresta Tuban AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K.,M.Tr., Opsla. agar jajaran Polri hadir mendampingi masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung ketahanan pangan. Kami hadir ke lahan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal dan petani mendapat motivasi,” ungkap AKP Agus H, S.H.

Ia menambahkan, komoditas jagung menjadi salah satu fokus dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Tuban dapat terus meningkat.

Para petani menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran Polri di tengah lahan pertanian dinilai memberikan semangat tersendiri dan bentuk nyata kepedulian terhadap sektor pertanian.

Kegiatan monitoring ini juga merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Presiden RI dalam bidang ketahanan pangan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…