Berita

Polisi RW Polsek Senori Polresta Tuban Monitoring Tanaman Jagung Milik Warga Desa Medalem Dukung Program Ketahanan Pangan

×

Polisi RW Polsek Senori Polresta Tuban Monitoring Tanaman Jagung Milik Warga Desa Medalem Dukung Program Ketahanan Pangan

Share this article

 

Senori – Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subiyanto di bidang ketahanan pangan nasional khususnya swasembada jagung. Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Heru Budi Prasetyo, S.I.K., bersama Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., dan anggota Polisi RW Polsek Senori, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan tanaman jagung milik warga di desa binaan.

Seperti yang dilaksanakan oleh anggota Ps Kanit Binmas Polsek Senori Aiptu Widodo yang bertugas ssbagai Polisi RW 003 Desa Medalem, melakukan monitoring tanaman jagung di lahan milik warga Dusun Soko Desa Medalem, Minggu (23/8/2026) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, Polisi RW bersama pemilik tanaman jagung melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi sarana dan prasarana pendukung pertanian.

Langkah ini merupakan bagian dari peran Polri sebagai penggerak program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dibidang ketahanan pangan guna memastikan tanaman tumbuh optimal dan terhindar dari gangguan yang dapat memengaruhi hasil panen.

Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., mengatakan, pemantauan secara berkala dilakukan oleh jajaran anggota Bhabinkamtimas sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Kegiatan monitoring dan pendampingan ini, kami ingin memastikan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dapat menghasilkan panen yang maksimal,” jelasnya.

Melalui Sinergi antara Polri, petani dan pihak terkait sangat penting untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Kita berharap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tutup Kapolsek Senori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…