Berita

Kapolsek Bayan Jalin Silaturahmi dan Koordinasi dengan Kepala Desa Bayan

×

Kapolsek Bayan Jalin Silaturahmi dan Koordinasi dengan Kepala Desa Bayan

Share this article

 

Lombok Utara – Kapolsek Bayan, IPDA I Nyoman Agus Aryasa, S.H., melaksanakan kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Desa Bayan, Sdr. Satradi, S.P., pada Jumat (21/8/2026) bertempat di Kantor Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang baik antara Polsek Bayan dengan pemerintah desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bayan menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan Kepala Desa Bayan.

Sebagai Kapolsek Bayan yang baru, dirinya berharap adanya dukungan dan kerja sama dari pemerintah desa dalam pelaksanaan tugas ke depan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolsek juga mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi agar situasi di Desa Bayan maupun Kecamatan Bayan secara umum tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Desa Bayan Sdr. Satradi, S.P., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolsek Bayan yang baru serta menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut. Ia berharap sinergi antara Polsek Bayan dan Pemerintah Desa Bayan dapat terus terjalin melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.

Kepala Desa juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan Mulud Adat Bayan yang membutuhkan dukungan pengamanan dari personel Polsek Bayan.

Kegiatan silaturahmi dan koordinasi tersebut berakhir pada pukul 10.30 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergitas antara kepolisian dan pemerintah desa dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Bayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…