Berita

Sat Tahti Polres Bima Kota Gagalkan Upaya Masukkan Sabu ke Rutan, Disembunyikan dalam Sambal

×

Sat Tahti Polres Bima Kota Gagalkan Upaya Masukkan Sabu ke Rutan, Disembunyikan dalam Sambal

Share this article

Kota Bima, NTB – Petugas Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Bima Kota menggagalkan upaya masuknya barang yang diduga narkotika jenis sabu ke ruang tahanan. Barang tersebut ditemukan di dalam plastik sambal yang dibawa seorang pria untuk istrinya yang sedang menjalani penahanan di Rutan Polres Bima Kota.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, bertempat di ruang piket jaga Sat Tahti Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kasat Tahti Iptu Jufri Prasojo menjelaskan, kejadian bermula saat personel piket jaga Sat Tahti, Brigadir I Wayan Wira Pranidyatama bersama Bripda Muhammad Indra Irawan, melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria yang hendak mengantarkan makanan kepada istrinya yang sedang ditahan di Rutan Polres Bima Kota.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari prosedur pengamanan terhadap setiap barang maupun makanan yang akan dibawa masuk ke lingkungan ruang tahanan.

Saat melakukan pemeriksaan secara teliti, petugas menemukan sebuah plastik sambal merah yang mencurigakan. Setelah diperiksa, di dalam plastik tersebut ditemukan barang yang diduga merupakan narkotika jenis sabu.

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel piket Sat Tahti kemudian berkoordinasi dengan piket Sat Resnarkoba Polres Bima Kota untuk mengamankan barang yang diduga narkotika tersebut sekaligus pria yang membawanya.

Selanjutnya, pria tersebut bersama barang yang ditemukan diserahkan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh Sat Resnarkoba Polres Bima Kota.

Kasat Tahti Iptu Jufri Prasojo menegaskan, pemeriksaan terhadap setiap barang bawaan yang akan masuk ke ruang tahanan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan serta mencegah masuknya barang terlarang ke dalam rutan.

Temuan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan personel Sat Tahti dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung guna memastikan keamanan lingkungan tahanan Polres Bima Kota tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…