Berita

Bhabinkamtibmas Dorokobo Sambangi Petani Bawang, Dorong Pengelolaan Hasil Panen untuk Musim Tanam Berikutnya

×

Bhabinkamtibmas Dorokobo Sambangi Petani Bawang, Dorong Pengelolaan Hasil Panen untuk Musim Tanam Berikutnya

Share this article

Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Dorokobo Polsek Kempo BRIPTU I Nyoman Widiarta melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi dengan warga binaan di Dusun Muhajirin, Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.15 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyambangi warga yang berprofesi sebagai petani bawang dan baru selesai melaksanakan panen. Selain menjalin komunikasi dengan warga, personel juga memberikan imbauan agar hasil penjualan bawang dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya untuk mendukung kebutuhan serta persiapan musim tanam berikutnya.

Bhabinkamtibmas juga mengajak warga untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesama masyarakat serta bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal.

Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan sambang merupakan bagian dari tugas Bhabinkamtibmas untuk membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga Kamtibmas, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan kepada warga, termasuk para petani. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama,” ujar IPTU Agustamin.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk pelayanan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri di desa. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat kemitraan sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…