Berita

Sat Lantas Polres Bima Kota Hadir di Pagi Hari, Bantu Pelajar Menyeberang dengan Aman

×

Sat Lantas Polres Bima Kota Hadir di Pagi Hari, Bantu Pelajar Menyeberang dengan Aman

Share this article

Kota Bima, NTB – Satuan Lalu Lintas Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (Gatur Pagi) sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 06.15 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas IPTU Pulung Anggara S.P., S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan Gatur Pagi rutin dilaksanakan personel Sat Lantas di sejumlah titik yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat pada jam keberangkatan masyarakat dan anak sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas melakukan pengaturan arus lalu lintas guna memperlancar pergerakan kendaraan sekaligus mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Selain mengatur arus kendaraan, personel juga membantu menyeberangkan pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah, serta pengguna jalan lainnya yang membutuhkan bantuan saat menyeberang.

“Gatur Pagi ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah saat beraktivitas di pagi hari,” jelas IPTU Pulung Anggara.

Kasat Lantas menambahkan, kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan pada jam-jam sibuk.

Sat Lantas Polres Bima Kota juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di sekitar kawasan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…