Berita

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Personel Polsek Bancar Pantau Panen Jagung di Desa Sumberan

×

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Personel Polsek Bancar Pantau Panen Jagung di Desa Sumberan

Share this article

 

TUBAN, – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bancar, Polresta Tuban, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran aktif personel Kepolisian di tengah-tengah petani pada saat masa panen tiba.

Terbaru, anggota Polsek Bancar, Aiptu Cucuk Sumulyono, melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan panen raya tanaman jagung milik warga di area persawahan Desa Sumberan, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan proses panen berjalan lancar serta memantau produktivitas hasil pertanian di wilayah hukum Polsek Bancar. Kehadiran Aiptu Cucuk di lapangan disambut hangat oleh para petani yang sedang sibuk memetik hasil jerih payah mereka.

Sementara itu, Kapolsek Bancar, saat dikonfirmasi di tempat terpisah, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh anggotanya merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap para petani sekaligus upaya nyata dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya di tingkat desa.

“Melalui monitoring secara rutin, kita dapat mengetahui secara langsung kondisi pertanian di wilayah, termasuk kendala-kendala yang dihadapi petani. Selain itu, ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di lingkungan pertanian,” ujar Kapolsek.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Cucuk Sumulyono tidak hanya memantau, tetapi juga berdialog dengan para petani di Desa Sumberan. Ia memberikan motivasi agar petani tetap semangat dalam mengolah lahan mereka dan mengimbau agar selalu menjaga kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di area pertanian, seperti pencurian hasil panen maupun alat-alat pertanian.

Hasil panen jagung di Desa Sumberan kali ini dilaporkan cukup memuaskan. Ketersediaan stok jagung diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas harga dan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah Kabupaten Tuban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…