Berita

Polda NTB Tanam 10.000 Pohon Serentak, Wujudkan Indonesia Asri. ‎

×

Polda NTB Tanam 10.000 Pohon Serentak, Wujudkan Indonesia Asri. ‎

Share this article

‎Lombok Tengah, (NTB) – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Polres/Ta jajaran melaksanakan penanaman 10.000 pohon secara serentak di wilayah Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa yang berlangsung di Area Sirkuit Mandalika, Kecamatan Pujut, Jumat (14/8).
‎
‎Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen Polri dalam mendukung pemerintah menjaga kelestarian lingkungan serta keseimbangan ekosistem.
‎
‎Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga R.R., S.E., M.H., mengatakan kegiatan penanaman pohon bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi langkah nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus menghadapi berbagai ancaman perubahan iklim dan potensi bencana alam.
‎
‎“Pohon yang kita tanam hari ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi merupakan investasi bagi masa depan. Kita berharap keberadaan pohon ini dapat menjaga ketersediaan air, menghasilkan udara yang lebih bersih, memperkuat keseimbangan ekosistem, serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Kapolda NTB.
‎
‎Kapolda menegaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi Polda NTB bersama pemerintah daerah, TNI, instansi terkait serta seluruh elemen masyarakat.
‎
‎“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah, instansi terkait dan masyarakat sangat penting untuk memastikan gerakan penghijauan ini memberikan dampak nyata,” tegasnya.
‎
‎Lebih lanjut, Kapolda NTB menyampaikan bahwa gerakan penghijauan tersebut akan terus disosialisasikan melalui jajaran Bhabinkamtibmas dan petugas Polmas di seluruh wilayah NTB.
‎
‎Sebanyak 1.166 Bhabinkamtibmas di jajaran Polres/Ta serta 6.772 petugas Polmas nantinya akan menyambangi masyarakat di wilayah binaannya masing-masing untuk mengajak dan mendorong masyarakat agar turut menanam serta merawat pohon.
‎
‎“Gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Kami akan mengoptimalkan 1.166 Bhabinkamtibmas dan 6.772 petugas Polmas untuk turun langsung menyambangi masyarakat, memberikan edukasi dan mengajak masyarakat menanam serta merawat pohon di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
‎
‎Menurut Kapolda, keterlibatan langsung masyarakat menjadi kunci keberhasilan program penghijauan karena keberlanjutan lingkungan membutuhkan kesadaran dan partisipasi bersama.
‎
‎“Menanam adalah langkah awal, merawat adalah kunci keberlanjutan. Apa yang kita tanam hari ini mungkin belum kita nikmati teduhnya, tetapi generasi mendatang akan merasakan manfaatnya,” pungkas Kapolda NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…