Berita

Curi Kabel Aluminium Milik PLN, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

×

Curi Kabel Aluminium Milik PLN, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Share this article

Kota Bima, NTB – Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bima Kota berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), Senin (17/8/2026) sekitar pukul 07.40 Wita.

Terduga pelaku berinisial MR (21), diketahui tidak bekerja dan berdomisili di Kelurahan Kemang Kuning, Kecamatan Grima Indah, Kabupaten Lombok Barat. Terduga pelaku diamankan di wilayah Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Dalam pengungkapan tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota turut mengamankan barang bukti berupa kabel aluminium milik PLN yang diduga hasil pencurian.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Mochamad Fikri Dafa Alfarez, S.Tr.K., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana pencurian kabel di wilayah Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota yang dipimpin AIPDA Rahmad Hidayat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan interogasi terhadap terduga pelaku. Dalam proses tersebut, terduga pelaku mengakui bahwa kabel aluminium yang ditemukan tersebut merupakan kabel yang diambilnya.

Selanjutnya, Tim Opsnal mengamankan MR beserta barang bukti untuk dibawa ke Mako Polres Bima Kota. Terduga pelaku kemudian diserahkan kepada anggota piket Sat Reskrim untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap berbagai tindak pidana pencurian yang meresahkan masyarakat, termasuk pencurian terhadap aset dan fasilitas umum.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima Kota guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…