Berita

Konsep Otomatis

×

Konsep Otomatis

Share this article

.
.

TUBAN, Kenduruan,– Dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, jajaran Polri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satunya dilakukan oleh Polsek Kenduruan Polresta Tuban dengan turun langsung melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung milik warga petani di wilayah Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Senin (17/08/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BRIPKA Eko Hadi Saputro, Kanit Binmas Polsek Kenduruan Polresta Tuban, yang secara langsung memantau kondisi tanaman jagung sekaligus berkomunikasi dengan petani terkait perkembangan tanaman dan kondisi lahan.

Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian sebagai salah satu sumber pangan dan penggerak perekonomian masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, BRIPKA Eko Hadi Saputro juga memberikan semangat dan dukungan kepada para petani agar tetap menjaga serta merawat tanaman jagung dengan baik sehingga dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang maksimal.

Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla, dan Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P., terus mendorong jajaran untuk berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla, melalui Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Polsek Kenduruan akan terus mendukung program ketahanan pangan nasional dengan mendorong dan mendampingi masyarakat, khususnya para petani, agar sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolsek Kenduruan.

Menurutnya, sinergitas antara Polri, pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dengan adanya pemantauan secara langsung di lapangan, diharapkan perkembangan tanaman jagung milik warga dapat terus terjaga dengan baik serta mampu memberikan hasil yang optimal. Kegiatan berjalan aman, lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat petani. (eko/wono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…