Berita

Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas, Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Gelar Kampanye Keselamatan dan Imbauan Humanis

×

Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas, Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Gelar Kampanye Keselamatan dan Imbauan Humanis

Share this article

SUMBAWA BARAT – Dalam upaya mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa Barat, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sumbawa Barat melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) secara rutin menggelar kegiatan pembinaan, penyuluhan, serta edukasi keselamatan jalan raya
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh personel Unit Kamsel dengan menyasar berbagai elemen masyarakat pengguna jalan.
Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Iptu Anak Agung Made Subrata mengonfirmasi bahwa serangkaian kegiatan edukasi ini difokuskan pada imbauan keselamatan (safety riding) serta sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial.
“Personel Unit Kamsel hari ini menggelar kegiatan kampanye keselamatan berlalu lintas yang salah satunya menyasar komunitas supir truk guna menekan angka fatalitas kecelakaan jalan raya. Selain itu, petugas di lapangan juga membagikan sebanyak 15 lembar brosur imbuan tertib lalu lintas kepada para pengguna jalan dan pelajar,” ungkap Iptu Anak Agung Made Subrata.
Tak hanya mengedukasi di lapangan secara tatap muka, Sat Lantas Polres Sumbawa Barat juga mengoptimalkan sarana media digital. Petugas aktif menyebarkan informasi serta imbauan edukatif melalui platform media sosial resmi, dengan mengunggah masing-masing 8 konten imbauan keselamatan di kanal Instagram dan Facebook.
Berdasarkan arahan Kasat Lantas Polres Sumbawa Barat AKP Hermansyah, S.Sos., seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara persuasif dan humanis guna menanamkan kedisiplinan berlalulintas dari diri sendiri.
“Tujuan utama kegiatan rutin ini adalah menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman, sekaligus meminimalisir angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di Sumbawa Barat,” tutup Kasi Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…