Berita

Dukung Astacita Presiden, Polsek Kenduruan Polresta Tuban Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Petani Jagung

×

Dukung Astacita Presiden, Polsek Kenduruan Polresta Tuban Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Petani Jagung

Share this article

.
.

TUBAN, Kenduruan,— Dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, jajaran Kepolisian terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan oleh jajaran Polresta Tuban melalui pendampingan dan pemantauan sektor pertanian yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.

Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla, serta Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P., terus mendorong personel untuk berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum masing-masing.

Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BRIPKA Eko Hadi Saputro, Kanit Binmas Polsek Kenduruan Polresta Tuban, yang turun langsung ke lapangan untuk mengecek perkembangan tanaman jagung milik warga petani di wilayah Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jumat (14/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Eko Hadi Saputro melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman jagung sekaligus berkomunikasi dengan petani guna mengetahui perkembangan tanaman serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kehadiran personel Polri di tengah para petani diharapkan tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga mampu membangun kedekatan dan sinergi antara kepolisian dengan masyarakat.

Melalui kegiatan pendampingan secara berkelanjutan, jajaran Polresta Tuban berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung pelaksanaan Astacita Presiden RI H. Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan serta membangun kemandirian pangan di tingkat masyarakat.

Dengan turun langsung ke lapangan, Polri hadir bersama petani, mengawal pertanian, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. (eko/wono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…