Berita

Sambut HUT RI ke-81, Bhabinkamtibmas Polsek Rhee Bersama Anggota Paskibra Gelar Korve Bersama di Mako Polsek

×

Sambut HUT RI ke-81, Bhabinkamtibmas Polsek Rhee Bersama Anggota Paskibra Gelar Korve Bersama di Mako Polsek

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 diisi dengan kegiatan positif oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Rhee. Bhabinkamtibmas Desa Rhee, Aipda Alfian Haris, memimpin langsung kegiatan kerja bakti (korve) kebersihan bersama para anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Rhee di halaman Markas Komando (Mako) Polsek Rhee, Rabu (12/08/2026) pagi.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Aipda Alfian Haris bersama para pelajar yang tergabung dalam tim Paskibra Kecamatan Rhee bahu-membahu membersihkan lingkungan halaman Mako Polsek Rhee. Penataan dan pembersihan area markas ini dilakukan guna menciptakan suasana kantor yang bersih, rapi, serta asri dalam menyambut rangkaian perayaan hari besar nasional.

Di sela-sela kegiatan gotong royong tersebut, Bhabinkamtibmas memanfaatkan momentum kebersamaan untuk berdialog secara persuasif serta menyampaikan sejumlah imbauan penting terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Petugas mengingatkan warga dan para pemuda agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir segala bentuk potensi gangguan kamtibmas.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Rhee Ipda Romy Octovian Munir, menyampaikan bahwa kegiatan korve bersama adik-adik Paskibra Kecamatan Rhee ini selain bertujuan untuk membersihkan dan memperindah halaman Mako Polsek Rhee dalam menyambut HUT RI ke-81, juga menjadi sarana yang efektif untuk mendekatkan diri dengan generasi muda dan masyarakat.

“Kami juga menyempatkan diri menyampaikan imbauan kamtibmas, mulai dari kewaspadaan terhadap kejahatan 3C hingga bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO), agar warga senantiasa waspada,” ujar Aipda Alfian Haris.

Pelaksanaan kegiatan pembinaan dan kerja bakti bersama ini berhasil mencapai sasaran yang diharapkan, di antaranya menciptakan tali silaturahmi dan hubungan emosional yang erat antara jajaran Polsek Rhee khususnya Bhabinkamtibmas dengan masyarakat serta para pelajar di wilayah kecamatan. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…