Berita

Dukung Astacita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Polsek Jenu Polresta Tuban Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga

×

Dukung Astacita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Polsek Jenu Polresta Tuban Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga

Share this article

 

TUBAN, jenu,– Dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, jajaran Kepolisian terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut dilakukan Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla, dan Kapolsek jenu AKP Darwanto, S.H., M.M., melalui berbagai kegiatan pendampingan dan monitoring sektor pertanian di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aipda Okky., Bhabinkamtibmas Desa Beji., Kecamatan jenu, Kabupaten Tuban, dengan turun langsung ke lahan pertanian milik warga untuk mengecek perkembangan tanaman jagung, kamis (13/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan panen jagun sekaligus berdialog dengan petani serta kendala yang mungkin dihadapi dalam proses pertanian.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Polri terhadap masyarakat sekaligus upaya mendorong produktivitas sektor pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Jenu AKP Darwanto. S.H., M.M., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat, khususnya para petani.
“Polri akan terus hadir dan bersinergi dengan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui pendampingan secara langsung, diharapkan para petani dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Bhabinkamtibmas untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat serta menyerap berbagai informasi dan aspirasi warga di wilayah binaannya.

Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Polsek Jenu Polresta Tuban berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendukung Astacita Presiden RI, serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…