Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Amankan Embarkasi-Debarkasi KM AWU, 1.450 Penumpang Melanjutkan Perjalanan

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Amankan Embarkasi-Debarkasi KM AWU, 1.450 Penumpang Melanjutkan Perjalanan

Share this article

Kota Bima, NTB – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan kegiatan embarkasi dan debarkasi Kapal Pelni KM AWU yang bersandar di Pelabuhan Bima, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan pengamanan berlangsung mulai pukul 09.20 WITA, bertempat di Area Pelabuhan Bima, Jalan R.E. Marthadinata, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima IPTU Yakub, menjelaskan bahwa personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima diterjunkan untuk mengamankan aktivitas penumpang KM AWU yang datang dari Pelabuhan Benoa, Bali.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian embarkasi dan debarkasi berjalan aman, tertib dan lancar, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang maupun pengguna jasa pelabuhan,” jelas IPTU Yakub.

Berdasarkan data manifes, KM AWU membawa total 1.323 penumpang dari pelabuhan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 penumpang turun (debarkasi) di Pelabuhan Bima, sementara 1.186 penumpang merupakan penumpang lanjutan.

Sementara itu, jumlah penumpang yang naik atau melakukan embarkasi di Pelabuhan Bima tercatat sebanyak 264 orang. Dengan demikian, jumlah penumpang yang melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Bima menuju Pelabuhan Waingapu dan pelabuhan selanjutnya mencapai 1.450 orang.

Selama proses turun dan naik penumpang berlangsung, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melakukan pengamanan dan pemantauan di area pelabuhan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan aktivitas penumpang berjalan tertib.

Sekitar pukul 10.30 WITA, KM AWU meninggalkan Pelabuhan Bima dengan tujuan Pelabuhan Waingapu dan pelabuhan selanjutnya. Keberangkatan kapal juga mendapat pengamanan dari personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima hingga kapal meninggalkan area Pelabuhan Bima.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima menegaskan bahwa pengamanan kegiatan pelayaran dan aktivitas penumpang akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.

“Dengan kehadiran personel di lapangan, kami berharap seluruh aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Bima dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…