Berita

POLRES DOMPU GELAR PATROLI CIPTA KONDISI, SASAR GENERASI MUDA DAN ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS

×

POLRES DOMPU GELAR PATROLI CIPTA KONDISI, SASAR GENERASI MUDA DAN ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS

Share this article

Polres Dompu melaksanakan patroli cipta kondisi dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Dompu, Sabtu (8/8/2026) malam.

Kegiatan diawali dengan apel malam sekitar pukul 21.00 Wita yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Dompu IPTU I Komang Wahyu Purbayasari, S.H. Apel tersebut diikuti personel gabungan Satlantas, Sat Samapta dan Peleton BKO Polda NTB dengan jumlah keseluruhan sebanyak 35 personel.

Dalam arahannya, Kasat Lantas menyampaikan bahwa patroli kali ini difokuskan pada upaya pencegahan gangguan Kamtibmas, khususnya dengan menyasar aktivitas generasi muda yang masih berkeliaran pada malam hari.
Personel juga diarahkan untuk memberikan sosialisasi dan imbauan terkait pemberlakuan jam malam kepada anak-anak dan remaja, sekaligus mengantisipasi adanya pengendara yang menggunakan knalpot brong serta melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya.

Usai pelaksanaan apel, personel gabungan langsung bergerak melaksanakan patroli dengan menyisir sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan Kamtibmas. Adapun sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli antara lain kawasan Taman Kota Dompu, sepanjang jalur Pemda, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karijawa serta sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminal.

Dalam pelaksanaannya, personel memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat, khususnya para remaja yang masih berkumpul hingga larut malam. Petugas mengingatkan agar para generasi muda tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, Patroli cipta kondisi ini merupakan langkah preventif Polres Dompu untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, ujar IPTU I Nyoman Suardika.

Ia menambahkan, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap aktivitas anak-anak dan remaja yang masih berada di luar rumah pada malam hari.

“Kami mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak remaja agar ikut mengontrol aktivitas dan pergaulan anak-anaknya. Jangan menunggu terjadi sesuatu kepada anak baru orang tua kemudian bertindak,” tegasnya.

Menurut Kasi Humas, pengawasan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif keluarga, terutama orang tua.

“Harapan besar kita adalah anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memiliki masa depan yang cerah. Orang tua memiliki kendali yang sangat besar terhadap tumbuh kembang dan pergaulan anak. Karena itu, mari bersama-sama kita jaga anak-anak kita,” pungkasnya.

Polres Dompu juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, mengawasi anak-anak dan remaja, serta mengingatkan para pengguna kendaraan bermotor agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan knalpot yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Melalui kegiatan patroli cipta kondisi secara rutin dan berkelanjutan, Polres Dompu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif.

Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…