Berita

Meriahkan HUT RI ke-81, Polsek Wawo Amankan Gerak Jalan Cepat Tingkat Kecamatan

×

Meriahkan HUT RI ke-81, Polsek Wawo Amankan Gerak Jalan Cepat Tingkat Kecamatan

Share this article

Bima, NTB – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Polsek Wawo Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan kegiatan Gerak Jalan Cepat tingkat Kecamatan Wawo, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA tersebut diikuti oleh peserta dari unsur instansi, guru, pemerintah desa, serta ibu-ibu Dharma Wanita/PKK se-Kecamatan Wawo.

Gerak Jalan Cepat mengambil titik start di depan Gudang Pupuk PT Roci Karawi Sama, Dusun Wadu Paa, Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut dilepas oleh Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S.Sos., dengan rute menuju titik finis di Lapangan Umum Kecamatan Wawo.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Wawo IPTU Iksan menjelaskan bahwa personel Polsek Wawo diterjunkan untuk melakukan pengamanan terbuka dan pengamanan jalur sepanjang rute kegiatan.

“Personel kami ditempatkan di sejumlah titik sepanjang jalur kegiatan, mulai dari titik start hingga lokasi finis. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar serta memberikan rasa aman kepada peserta maupun masyarakat pengguna jalan,” jelas IPTU Iksan.

Selain personel Polsek Wawo, kegiatan pengamanan juga melibatkan personel Koramil 1608-06/Wawo dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Wawo. Sinergitas antarpersonel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta mengatur arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Gerak Jalan Cepat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 Tahun 2026 berakhir sekitar pukul 09.00 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif serta seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.

Pengamanan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus mendukung berbagai kegiatan positif masyarakat dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…