Berita

Memastikan Kenyamanan Masyarakat Yang Menikmati Liburan, Satpolairud Polres Bima Kabupaten Gelar Patroli Pengamanan Wisata di Pantai Kalaki

×

Memastikan Kenyamanan Masyarakat Yang Menikmati Liburan, Satpolairud Polres Bima Kabupaten Gelar Patroli Pengamanan Wisata di Pantai Kalaki

Share this article

 

 

Menjaga keamanan perairan memberikan rasa aman bagi warga yang menikmati liburan pantai diwilayah hukumnya menjadi prioritas utama bagi Satpolairud Polres Bima Kabupaten Polda NTB.

Seperti pada minggu 9 Agustus 2026 sekira pukul 09.00.Wita tim patroli yang dikendalikan oleh Kasatnya Iptu Dedi Rizaldi melaksanakan patroli pengamanan wisata di seputaran pantai kalaki.

Selain untuk memberikan rasa aman kehadiran petugas juga untuk memastikan keselamatan para pengunjung dengan intens memberikan himbauan Kamtibmas di lokasi wisata tersebut.

Tidak hanya itu tim patroli juga menghimbau kepada para nelayan dan ABK yang beraktivitas agar mengikuti arahan dari BMKG, waspada akan cuaca ekstrim dan selalu menggunakan alat keselamatan.

Yang tidak kalah penting adalah nelayan dan ABK dilarang menggunakan bahan terlarang untuk menangkap dan tidak memuat barang yang terlarang seperti narkoba dan lainnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menikmati liburan dan yang beraktivitas di perairan teluk Bima”. Ungkapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan situasi Kamtibmas diperairan teluk Bima dilaporkan Kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…