Berita

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Labuapi Dorong Warga Bajur Manfaatkan Lahan Pekarangan

×

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Labuapi Dorong Warga Bajur Manfaatkan Lahan Pekarangan

Share this article
Upaya Polsek Labuapi Perkuat Pangan Keluarga Melalui Edukasi Pemanfaatan Pekarangan

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi melalui jajaran Bhabinkamtibmas mengambil peran aktif dalam mendukung program strategis pemerintah tersebut dengan memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat lokal.

Langkah nyata ini terlihat pada Minggu (9/8/2026), ketika Bhabinkamtibmas Desa Bajur, AIPDA IGA Pawana Maha Edayatna, menggelar kegiatan sambang dan silaturahmi secara langsung dengan warga binaan di Desa Bajur. Kegiatan turun ke lapangan ini difokuskan pada dorongan pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan rumah agar menjadi area produktif yang mampu menopang kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

Dalam peninjauan dan dialog interaktif bersama warga, petugas mengimbau masyarakat untuk tidak membiarkan pekarangan rumah atau kebun di sekitar pemukiman mangkrak tanpa manfaat. Lahan-lahan potensial tersebut diarahkan untuk ditanami berbagai komoditas tanaman holtikultura yang memiliki nilai guna tinggi serta cepat panen, seperti cabai, tomat, terong, hingga sayuran hijau lainnya.

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Warga Desa Bajur dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Kehadiran personel kepolisian di tengah-tengah warga bukan sekadar menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui edukasi yang persuasif, warga diajak untuk menyadari bahwa pemanfaatan lahan pekarangan dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan gizi harian keluarga.

Dengan menanam bahan pangan sendiri di area pekarangan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar, terutama untuk komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga. Hasil dari kebun mandiri ini secara langsung menunjang konsumsi gizi harian rumah tangga sekaligus dapat menghemat pengeluaran bulanan warga.

Pendampingan berkelanjutan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Bajur yang mulai memanfaatkan sudut-sudut lahan sekitar rumah mereka. Pendekatan secara humanis dan dialogis membuat masyarakat merasa didukung penuh dalam mengembangkan kemandirian pangan di tingkat mikro.

Menyangga Perekonomian Lokal dan Menyukseskan Program Pangan Nasional

Langkah yang dilakukan Polsek Labuapi ini selaras dengan visi besar pemerintah pusat dalam membangun kedaulatan pangan dari tingkat tapak. Pemanfaatan lahan pekarangan terbukti menjadi salah satu solusi efektif dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di daerah.

Kapolsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan kepolisian dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah terkait ketahanan pangan.

“Kegiatan pendampingan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membantu menopang perekonomian masyarakat di tingkat desa. Kami mendorong warga untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah yang kosong agar ditanami tanaman produktif. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam menyukseskan program Presiden Prabowo terkait Ketahanan Pangan Nasional,” tegas Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H.

Melalui pendampingan rutin dari Bhabinkamtibmas, Polsek Labuapi berharap gerakan pemanfaatan lahan produktif ini dapat terus meluas dan menjadi kebiasaan berkelanjutan bagi seluruh warga Desa Bajur dan sekitarnya. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat, dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…