Berita

Dukung Astacita Presiden RI, Polsek Kenduruan Polresta Tuban Bantu Warga Panen Jagung

×

Dukung Astacita Presiden RI, Polsek Kenduruan Polresta Tuban Bantu Warga Panen Jagung

Share this article

.
.

TUBAN, Kenduruan,– Dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, jajaran Polri terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Karo SDM Polda Jatim KOMBES POL. Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban KOMBES POL. Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr., Opsla., dan Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P.
Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut dilaksanakan oleh AIPTU Khanif Irawan, S.H., yang turun langsung ke lahan pertanian untuk membantu warga petani dalam kegiatan panen jagung, Senin (10/08/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung masyarakat, khususnya para petani, sekaligus mendorong terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, AIPTU Khanif Irawan turut membantu proses pemanenan jagung serta berinteraksi langsung dengan para petani. Kehadiran anggota Polri di tengah aktivitas pertanian diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian.

Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko menyampaikan bahwa Polsek Kenduruan akan terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir untuk membantu dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kenduruan Polresta Tuban menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Astacita Presiden RI sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Polri hadir, peduli, dan bersinergi bersama masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan nasional. (eko/wono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…