Berita

Sinergi Kawal Pariwisata Kerakyatan, Polres Sumbawa Barat Hadiri “Jalan Perjuangan dan Sharing Pengelolaan Pariwisata Bendungan Tiu Suntuk”

×

Sinergi Kawal Pariwisata Kerakyatan, Polres Sumbawa Barat Hadiri “Jalan Perjuangan dan Sharing Pengelolaan Pariwisata Bendungan Tiu Suntuk”

Share this article

BRANG ENE – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat melalui Jajaran Polsek/Polsubsektor Brang Ene terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi daerah dan menjaga kondusifitas wilayah. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran serta pengamanan kegiatan “Jalan Perjuangan Pariwisata Kerakyatan dan Sharing Pengelolaan Pariwisata Kerakyatan Bendungan Tiu Suntuk” yang digelar di Kecamatan Brang Ene, Sabtu (08/08/2026).

Kegiatan maraton yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA hingga malam hari pukul 23.00 WITA ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Lapangan Kantor Camat Brang Ene dan Aula Bendungan Tiu Suntuk.

Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Anak Agung Made Subrata, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran kepolisian dalam agenda ini merupakan bagian dari wujud dukungan terhadap program pembangunan daerah berbasis kemasyarakatan.

“Polres Sumbawa Barat senantiasa siap mendukung dan mengawal setiap kegiatan positif masyarakat serta pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan pariwisata kerakyatan yang berdampak langsung pada perekonomian warga lokal. Pengamanan maksimal kami berikan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan aman,” ujar IPTU Anak Agung Made Subrata.

Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari pukul 07.00 WITA dengan aksi konsolidasi dan pelaksanaan “Jalan Bersama Pariwisata Kerakyatan”. Peserta menyusuri jalur persiapan jogging track dengan rute dimulainya start dari depan Kantor Camat Brang Ene, melintasi Wilayah Desa Menemeng, Desa Mura, Desa Kalimantong, Desa Mujahidin, dan berakhir (finish) di kawasan Bendungan Tiu Suntuk.

Selanjutnya, pada malam hari pukul 21.00 WITA, acara dilanjutkan dengan sesi Sharing Pengelolaan Pariwisata Kerakyatan yang bertempat di Aula Bendungan Tiu Suntuk. Forum diskusi ini diisi dengan pembukaan, sambutan Ketua PWI Sumbawa Barat, arahan langsung dari Bupati Sumbawa Barat, serta sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama para pemangku kepentingan.

Sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat turut hadir memadati kegiatan tersebut, di antaranya:

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Barat, Nurdin Rahman, S.E.

Sekretaris Dinas PMDes Sumbawa Barat, Fahrozi Amrullah, S.T.

Camat Brang Ene, Nurdin, S.Pt.

Ketua PWI Kab. Sumbawa Barat, Hairil W. Zakaria beserta jajaran pengurus/anggota.

Kapolsubsektor Brang Ene, IPDA Andri Sunarko.

Ketua BUMDes Desa Menemeng, H. Bakri.

Para pengamat pariwisata dan lingkungan.

Tokoh masyarakat (Tomas) dan Tokoh pemuda (Toda) Kecamatan Brang Ene, serta para tamu undangan.

Seluruh rangkaian acara yang berakhir sekitar pukul 23.00 WITA berjalan dengan aman, lancar, dan penuh keakraban. Polres Sumbawa Barat mengapresiasi sinergitas yang terjalin erat antara Pemerintah Daerah, insan pers, tokoh masyarakat, dan instansi terkait demi terwujudnya Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…