Berita

Guna Mantapkan Pemeliharaan Kamtibmas, Piket Polsek Sumbawa Gelar Patroli Blue Light dan KRYD Sasar Titik Rawan 3C

×

Guna Mantapkan Pemeliharaan Kamtibmas, Piket Polsek Sumbawa Gelar Patroli Blue Light dan KRYD Sasar Titik Rawan 3C

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sumbawa terus meningkatkan kegiatan preventif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sebagai wujud implementasi Quick Wins Program 5 tentang memantapkan pemeliharaan kamtibmas, Anggota Piket Regu I Polsek Sumbawa melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Jumat (06/08/2026) malam.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sumbawa  IPTU Rohmad Rondhi dalam kegiatan patroli dialogis yang dimulai pukul 21.21 WITA hingga selesai tersebut menyusuri sejumlah rute strategis di wilayah hukum Polsek Sumbawa dengan menggunakan kendaraan dinas kepolisian.

Dalam pelaksanaannya, Kehadiran lampu rotator biru (blue light) di sepanjang rute yang dilalui bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Selain melakukan pemantauan visual, petugas di lapangan juga aktif menjumpai masyarakat, petugas keamanan (security), serta sejumlah kelompok pemuda remaja yang sedang nongkrong di tempat umum”, ujar IPTU Rohmad Rondhi.

Sasaran utama dari patroli ini meliputi objek vital, kawasan Pasar Seketeng, pusat aktivitas warga, serta titik-titik rawan terjadinya tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor) maupun aksi premanisme di wilayah hukum Polsek Sumbawa.

“Patroli Blue Light dan KRYD ini merupakan implementasi nyata Quick Wins Program 5 untuk memantapkan pemeliharaan kamtibmas. Melalui penyisiran di titik-titik rawan seperti Jalan Unter Ketimis, kawasan Blok M, hingga Pasar Seketeng, serta dialog langsung dengan para pemuda dan security, kami mengimbau warga agar senantiasa waspada dan tidak membawa senjata tajam di tempat umum demi keamanan bersama,” ujar petugas piket jaga di lapangan.

Petugas menyampaikan imbauan kamtibmas untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Petugas juga memberikan penekanan khusus agar warga tidak membawa senjata tajam (sajam) di tempat umum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, demi mencegah potensi tindak kekerasan dan menjaga situasi tetap damai.

Pelaksanaan patroli preventif yang humanis dan menyeluruh ini mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih terlindungi dengan kehadiran polisi di tengah malam.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan Patroli Blue Light dan KRYD selesai dilaksanakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah hukum Polsek Sumbawa terpelihara dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…