Berita

Dukung Program Kapolda NTB , Polres Sumbawa Barat Optimalkan Polmas dan Pendekatan Humanis di Masyarakat

×

Dukung Program Kapolda NTB , Polres Sumbawa Barat Optimalkan Polmas dan Pendekatan Humanis di Masyarakat

Share this article

SUMBAWA BARAT — Polres Sumbawa Barat menyatakan komitmen penuh dalam mendukung arahan dan program prioritas Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.I.K., khususnya dalam penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) berbasis kemitraan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Anak Agung Made Subrata. Ia menyampaikan bahwa strategi Polmas merupakan ujung tombak dalam membangun komunikasi yang harmonis, menyerap aspirasi, serta menyelesaikan berbagai potensi konflik sosial di tingkat desa dan kelurahan secara musyawarah.
“Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, Polri harus hadir lebih dekat di tengah-tengah warga. Pendekatan Polmas melalui forum dialog, tatap muka, dan interaksi langsung seperti ini sangat efektif untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan maupun harapan masyarakat terkait keamanan lingkungan,” ujar IPTU Anak Agung Made Subrata.
IPTU Anak Agung Made Subrata menjelaskan, jajaran Polres Sumbawa Barat terus mendorong seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas dan petugas Polmas di lapangan, untuk mengedepankan sikap yang ramah, santun, dan inklusif. Dokumentasi giat di lapangan menunjukkan bagaimana personel berinteraksi secara informal dan merakyat—duduk bersama warga di saung/berugaq, mendengarkan catatan warga, serta menyusun solusi bersama tanpa sekat prosedural yang kaku.
“Pendekatan humanis dan dialogis seperti ini adalah wujud nyata komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan memiliki rasa saling percaya (mutual trust) dengan kepolisian, sehingga Kamtibmas di wilayah Sumbawa Barat dapat terus terjaga dengan aman dan kondusif,” tambahnya.
Polres Sumbawa Barat mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dan aktif melaporkan setiap potensi gangguan Kamtibmas di lingkungan masing-masing demi terciptanya kondusifitas wilayah NTB yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…