Berita

Bhabinkamtibmas Masbagik Utara Baru Sambangi Warga, Monitoring Ketahanan Pangan dan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

×

Bhabinkamtibmas Masbagik Utara Baru Sambangi Warga, Monitoring Ketahanan Pangan dan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Share this article

Lombok Timur — Bhabinkamtibmas Desa Masbagik Utara Baru, Polsek Masbagik, Brigpol Muainun Bashori melaksanakan kegiatan silaturahmi dan sambang desa sekaligus monitoring ketahanan pangan di Dusun Pancor Kopong, Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Lombok Timur, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat, khususnya para pemilik lahan, sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan mencapai kedaulatan pangan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Brigpol Muainun Bashori melakukan pemantauan sekaligus berdialog dengan masyarakat terkait kondisi lahan dan upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah Desa Masbagik Utara Baru.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu hal penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat di tingkat desa.

Selain melakukan monitoring ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan kegiatan sambang tersebut untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat serta menyampaikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Brigpol Muainun Bashori mengajak seluruh elemen masyarakat dan para tokoh yang ada di Desa Masbagik Utara Baru untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Melalui kegiatan sambang dan silaturahmi tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Desa Masbagik Utara Baru.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…