Berita

Wujud Kepedulian Polri, Personel Polres Bima Kota Donorkan Darah untuk Bantu Pasien RSUD Bima

×

Wujud Kepedulian Polri, Personel Polres Bima Kota Donorkan Darah untuk Bantu Pasien RSUD Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Bima Kota melalui aksi kemanusiaan dengan mendonorkan darah guna membantu pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 10.30 WITA, seorang warga bernama Muhammad Sirat Judin, asal Dusun Nggaro Muna, RT 008 RW 004, Desa Ntoke, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, bersama keluarganya mendatangi Polres Bima Kota untuk meminta bantuan mendapatkan pendonor darah golongan AB.

Darah tersebut sangat dibutuhkan untuk pasien atas nama Umul Jariah yang sedang menjalani perawatan di Ruang Nifas, Kamar Kartini, RSUD Bima.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Personel Samapta Polres Bima Kota, IPDA Saidin, S.H., yang memiliki golongan darah sesuai dengan kebutuhan pasien, tanpa ragu langsung bersedia menjadi pendonor. Aksi spontan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan untuk membantu menyelamatkan pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan implementasi nyata dari semangat Polri Presisi yang selalu hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

“Polri hadir bukan hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam bidang keamanan, tetapi juga siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap aksi sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi pasien dan menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap sesama,” ujar Kapolres.

Keluarga pasien menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respons cepat serta kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Polres Bima Kota. Bantuan donor darah tersebut dinilai sangat berarti dan memberikan harapan bagi proses pemulihan pasien.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Polres Bima Kota berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial, termasuk berpartisipasi sebagai pendonor darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan semakin dirasakan melalui berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…