Berita

Patroli Perairan dan Sosialisasi Call Center 110, Sat Polairud Polres Bima Kota Tingkatkan Keselamatan Pelayaran di Teluk Bima

×

Patroli Perairan dan Sosialisasi Call Center 110, Sat Polairud Polres Bima Kota Tingkatkan Keselamatan Pelayaran di Teluk Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota melaksanakan patroli perairan yang dirangkaikan dengan sosialisasi layanan Call Center Polri 110 di wilayah Perairan Teluk Bima, Kamis (6/8/2026) pukul 09.02 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Polairud IPTU Sarif Rijaidinsyah menjelaskan bahwa kegiatan patroli rutin tersebut bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah perairan sekaligus memberikan edukasi kepada para pengguna jasa laut mengenai pentingnya keselamatan saat berlayar.

Dalam pelaksanaannya, personel Sat Polairud memberikan imbauan kepada para nahkoda dan anak buah kapal (ABK) agar selalu mengutamakan keselamatan dengan membawa serta menggunakan alat keselamatan seperti life jacket, life buoy, maupun perlengkapan keselamatan lainnya setiap kali melaut atau berlayar.

Selain itu, personel juga mensosialisasikan layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana pengaduan cepat bagi masyarakat. Para nelayan, nahkoda, dan ABK diimbau untuk segera menghubungi layanan 110 apabila menemukan atau mengalami gangguan keamanan, kecelakaan laut, maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.

Kasat Polairud menegaskan bahwa kegiatan patroli dialogis ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat pesisir dan para pengguna transportasi laut, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dengan masyarakat maritim.

Dengan kehadiran personel Sat Polairud Polres Bima Kota di Perairan Teluk Bima, para nahkoda dan ABK mengaku merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di laut. Diharapkan melalui patroli yang dilaksanakan secara rutin, situasi Kamtibmas di wilayah perairan tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…