Berita

Polsek Kayangan Kawal “Pasar Rakyat Rona-Rona”, Pastikan Keamanan Pengunjung Lapangan Umum Kayangan

×

Polsek Kayangan Kawal “Pasar Rakyat Rona-Rona”, Pastikan Keamanan Pengunjung Lapangan Umum Kayangan

Share this article

 

Lombok Utara, http://mediabhayangkara.co.id – Polsek Kayangan Polres Lombok Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga Kamtibmas dengan melaksanakan pengamanan kegiatan Pasar Rakyat Rona-Rona di Lapangan Umum Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kamis 9 Juli 2026 pukul 20.00 WITA sampai selesai.

Kegiatan pengamanan dipimpin oleh AIPTU Lindu P, dan diikuti oleh AIPDA M. Jaelani, BRIPKA Alimuddin, serta BRIGADIR M. Dany Sutara.

Rangkaian Kegiatan:
1. Sterilisasi dan Pengaturan Lokasi
Personel melakukan pemantauan di area parkir, pintu masuk, dan lokasi keramaian untuk memastikan aktivitas jual beli berjalan tertib dan aman.
2. Dialogis dan Himbauan Kamtibmas
Di sela-sela pengamanan, anggota memberikan imbauan kepada pengelola pasar, pedagang, dan pengunjung agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi 3C yakni Curat, Curas, dan Curanmor. Warga juga diingatkan untuk tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang tidak aman.
3. Penciptaan Situasi Kondusif
Kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan rasa aman, sehingga roda perekonomian warga melalui pasar rakyat dapat berjalan lancar.

Pasar Rakyat Rona-Rona merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di Kayangan yang setiap malam ramai dikunjungi.

Hasil yang dicapai:
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas selama kegiatan berlangsung. Situasi di lokasi terpantau kondusif.

Kapolsek Kayangan menyampaikan bahwa pengamanan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…