Berita

Bhabinkamtibmas Desa Bara Aktif Dampingi Petani, Dorong Pemanfaatan Lahan dan Penyaluran Hasil Panen ke Bulog

×

Bhabinkamtibmas Desa Bara Aktif Dampingi Petani, Dorong Pemanfaatan Lahan dan Penyaluran Hasil Panen ke Bulog

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas, Bhabinkamtibmas Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, BRIPKA Supriadin melaksanakan kegiatan pemantauan penjemuran jagung milik warga binaannya pada Senin (13/04/2026) pukul 11.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan tersebut dilakukan di lahan pertanian milik Saiful (54) dengan luas 1,5 hektare. Tanaman jagung varietas ADV Jagung tersebut dipanen pada usia sekitar 130 hari, dengan estimasi hasil panen mencapai ±10 ton jagung pipilan kering (JPK).

Dalam pelaksanaannya, BRIPKA Supriadin tidak hanya melakukan pemantauan, namun juga memberikan motivasi dan dorongan kepada warga binaannya agar mampu menjadi penggerak bagi masyarakat lainnya dalam memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan kosong secara produktif.

“Kami mengajak para petani untuk tidak hanya fokus pada lahan utama, tetapi juga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Harapannya, warga binaan dapat menjadi contoh dan penggerak bagi masyarakat lain dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar BRIPKA Supriadin.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengarahkan agar hasil panen jagung dapat disalurkan ke gudang Bulog guna mendukung stabilitas harga sesuai standar nasional serta menjamin penyerapan hasil panen petani.

Kapolsek Woja, IPTU Muh. Norkurniawan, S.H menyampaikan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas di desa merupakan ujung tombak Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas harus selalu hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang baik serta memberikan solusi atas kebutuhan warga. Kedekatan ini menjadi kunci dalam mendukung program pemerintah, termasuk ketahanan pangan. Kami juga mengarahkan agar hasil panen petani dapat disalurkan ke gudang Bulog guna menjaga kestabilan harga,” ungkap Kapolsek Woja.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas kinerja Bhabinkamtibmas Desa Bara yang dinilai sigap dan telaten dalam merangkul masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan ketelatenan Bhabinkamtibmas yang terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pendampingan serta sosialisasi kepada petani agar hasil panen diarahkan ke gudang Bulog. Hal ini merupakan bentuk nyata kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi lahan secara optimal serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…